Tujuan Pembelajaran
Setelah mempelajari materi ini, siswa diharapkan mampu:
menjelaskan pengertian teks cerita sejarah;
mengidentifikasi struktur teks cerita sejarah;
mengidentifikasi ciri kebahasaan teks cerita sejarah;
menganalisis hubungan waktu dan sebab-akibat dalam teks cerita sejarah; dan
menyusun teks cerita sejarah secara runtut, logis, dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Manfaat Mempelajari Teks Cerita Sejarah
Mempelajari teks cerita sejarah membantu siswa:
memahami peristiwa masa lalu secara runtut dan logis;
mengenali nilai, keteladanan, dan pelajaran dari peristiwa sejarah;
meningkatkan kemampuan membaca dan memahami informasi;
melatih kemampuan berpikir kronologis dan sebab-akibat;
meningkatkan keterampilan menulis berdasarkan fakta dan sumber yang dapat dipercaya; serta
menumbuhkan kesadaran terhadap sejarah dan kehidupan masyarakat.
A. Pengertian
Teks cerita sejarah adalah teks yang menyajikan informasi tentang peristiwa masa lampau secara kronologis dengan melibatkan tokoh, waktu, tempat, dan rangkaian peristiwa tertentu.
B. Struktur Teks Cerita Sejarah
1. Orientasi
Bagian pembuka yang mengenalkan tokoh, waktu, tempat, dan latar belakang peristiwa.
2. Kronologi/Urutan Peristiwa
Bagian yang menceritakan rangkaian peristiwa berdasarkan urutan waktu atau hubungan peristiwa.
3. Reorientasi
Bagian penutup yang berisi kesimpulan, komentar, atau refleksi terhadap peristiwa. Bagian ini bersifat opsional.
C. Ciri Kebahasaan
1. Pronomina
Pronomina adalah kata yang digunakan untuk menggantikan atau mengacu pada nomina, termasuk nama orang.
Contoh: saya, aku, kami, kita, kamu, Anda, ia, dia, beliau, mereka.
Pronomina persona meliputi:
Jenis Tunggal Jamak Orang pertama saya, aku kami, kita Orang kedua kamu, Anda kalian, Anda sekalian Orang ketiga ia, dia, beliau merekaCatatan: kami tidak mencakup lawan bicara, sedangkan kita mencakup lawan bicara.
2. Konjungsi Temporal
Konjungsi temporal adalah kata penghubung yang menunjukkan hubungan waktu.
Contoh:
sebelum, setelah, ketika, saat, kemudian, selanjutnya, akhirnya.
Contoh kalimat:
Setelah Jepang menyerah, terjadi perubahan situasi politik di Indonesia.
3. Konjungsi Kausalitas
Konjungsi kausalitas menunjukkan hubungan sebab dan akibat.
Contoh:
karena, sebab, sehingga, akibatnya, oleh karena itu, oleh sebab itu.
Contoh:
Jepang mengalami kekalahan, sehingga terjadi perubahan situasi politik di Indonesia.
4. Kalimat Majemuk
Kalimat majemuk adalah kalimat yang terdiri atas dua klausa atau lebih.
Contoh:
Bung Karno ditahan karena dianggap membahayakan pemerintahan kolonial.
Terdapat dua klausa:
Bung Karno ditahan.Bung Karno dianggap membahayakan pemerintahan kolonial.
D. Contoh Singkat
Sejarah Terciptanya Instagram
Orientasi
Instagram merupakan layanan jejaring sosial untuk berbagi foto dan video yang dikembangkan oleh Kevin Systrom dan Mike Krieger. Instagram pertama kali diluncurkan pada 6 Oktober 2010 untuk perangkat iPhone.
Kronologi
Pada awalnya, Kevin Systrom mengembangkan aplikasi bernama Burbn yang memiliki berbagai fitur. Setelah melakukan evaluasi, Systrom dan Mike Krieger memutuskan untuk memusatkan aplikasi tersebut pada fitur berbagi foto.
Kemudian, aplikasi tersebut dikembangkan dan diberi nama Instagram. Setelah diluncurkan, Instagram mendapat perhatian pengguna dan berkembang dengan cepat.
Selanjutnya, Instagram menambahkan berbagai fitur untuk memperluas interaksi penggunanya.
Pada 9 April 2012, Facebook mengumumkan kesepakatan untuk mengakuisisi Instagram dengan nilai sekitar US$1 miliar dalam bentuk uang tunai dan saham.
Reorientasi
Perjalanan Instagram menunjukkan bahwa sebuah gagasan dapat berkembang melalui proses evaluasi, penyederhanaan, dan perbaikan. Sejarah Instagram memberikan pelajaran bahwa keberhasilan sebuah inovasi tidak selalu berasal dari gagasan yang sempurna sejak awal, tetapi dapat tumbuh melalui proses belajar dan pengembangan yang berkelanjutan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar