Jumat, 15 November 2024

CERPEN


A.    Pengertian

Cerita dengan konflik tunggal, yaitu hanya konflik tokoh utama.

 

B.    Struktur

1.        Abstrak

Gambaran awal cerita yang biasanya berupa deskripsi latar.

2.       Orientasi

Pengenalan cerita yang biasanya berupa pengenalan tokoh

3.       Komplikasi

Permasalahan antartokoh.

4.       Resolusi

Penyelesaian masalah.

5.       Evaluasi

Gambaran nilai cerita (amanat).

6.       Koda

Gambaran akhir cerita yang biasanya berupa penutup

 

C.    Ciri (kaidah) kebahasaan

1.        Memiliki unsur intrinsik

2.       Memiliki majas (gaya bahasa)

3.       Memiliki pronomina (kata ganti orang)

a.       Kata ganti orang pertama

1)        Pengertian

Kata yang digunakan untuk mengganti nama orang yang sedang berbicara.

2)      Jenis

a)      Kata ganti orang pertama tunggal

Contoh: aku, saya

b)      Kata ganti orang pertama jamak (banyak)

Contoh: kami, kita

b.       Kata ganti orang kedua

1)        Pengertian

Kata yang digunakan untuk mengganti nama orang yang sedang mendengarkan.

2)      Jenis

a)      Kata ganti orang kedua tunggal

Contoh: kamu, engkau, kau, Anda

b)      Kata ganti orang kedua jamak (banyak)

Contoh: kalian, Anda sekalian

c.       Kata ganti orang ketiga

1)        Pengertian

Kata yang digunakan untuk mengganti nama orang yang tidak terlibat dalam percakapan.

2)      Jenis

a)      Kata ganti orang ketiga tunggal

Contoh: dia, beliau

b)      Kata ganti orang ketiga jamak (banyak)

Contoh: mereka

 

4.       Meiliki klitika (kata ganti berupa imbuhan)

a.       Proklitik

Kata ganti yang mengawali kata kerja dasar (tak berimbuhan)

Contoh: kutarik, kaudorong, diapukul

b.       Enklitik

Kata ganti yang mengakhiri kata benda untuk menyatakan kepemilikan,

Contoh: bukuku, mobilmu, rumahnya.

 

5.       Memiliki konjungsi

a.       Konjungsi temporal (waktu)

Contoh: sebelum, setelah, ketika dan sejenisnya.

b.       Konjungsi kausalitas (sebab akibat)

Contoh: karena, maka, sehingga, dengan demikian, jadi dan sejenisnya.

 

6.       Menggunakan kalimat langsung dan tidak langsung

a.       Kalimat langsung

Kalimat yang langsung diucapkan oleh tokoh yang ditandai dengan tanda petik.

Contoh: “Kapan kamu datang?” tanya Toni kepada Adi.

b.       Kalimat tidak langsung

Kalimat yang disampaikan oleh penulis.

Contoh: Toni menanyakan kedatangan Adi.

 

7.       Menggunakan ragam bahasa baku dan tidak baku

a.       Bahasa baku

Bahasa yang formal atau resmi.

Contoh: “Untuk apa kamu datang?”

b.       Bahasa tidak baku

Bahasa yang tidak formal atau tidak resmi.

Contoh: “Ngapain kamu dateng?”

 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

TEKS ANEKDOT

A.        Contoh Teks Anekdot Sekali Pakai   Seorang warga Samarinda yang berprofesi sebagai sopir travel bandara, diajak ngobrol pe...