A.
Pengertian
Cerita dengan konflik tunggal, yaitu
hanya konflik tokoh utama.
B.
Struktur
1.
Abstrak
Gambaran awal cerita yang biasanya
berupa deskripsi latar.
2.
Orientasi
Pengenalan cerita yang biasanya berupa
pengenalan tokoh
3.
Komplikasi
Permasalahan antartokoh.
4.
Resolusi
Penyelesaian masalah.
5.
Evaluasi
Gambaran nilai cerita (amanat).
6.
Koda
Gambaran akhir cerita yang biasanya
berupa penutup
C.
Ciri (kaidah) kebahasaan
1. Memiliki unsur intrinsik
2.
Memiliki majas (gaya bahasa)
3.
Memiliki pronomina (kata ganti
orang)
a.
Kata ganti orang pertama
1)
Pengertian
Kata yang digunakan untuk
mengganti nama orang yang sedang berbicara.
2)
Jenis
a)
Kata ganti orang pertama
tunggal
Contoh: aku, saya
b)
Kata ganti orang pertama jamak
(banyak)
Contoh: kami, kita
b.
Kata ganti orang kedua
1)
Pengertian
Kata yang digunakan untuk
mengganti nama orang yang sedang mendengarkan.
2)
Jenis
a)
Kata ganti orang kedua tunggal
Contoh: kamu, engkau, kau, Anda
b)
Kata ganti orang kedua jamak
(banyak)
Contoh: kalian, Anda sekalian
c.
Kata ganti orang ketiga
1)
Pengertian
Kata yang digunakan untuk
mengganti nama orang yang tidak terlibat dalam percakapan.
2)
Jenis
a)
Kata ganti orang ketiga tunggal
Contoh: dia, beliau
b)
Kata ganti orang ketiga jamak
(banyak)
Contoh: mereka
4.
Meiliki klitika (kata ganti
berupa imbuhan)
a.
Proklitik
Kata ganti yang mengawali kata
kerja dasar (tak berimbuhan)
Contoh: kutarik, kaudorong,
diapukul
b.
Enklitik
Kata ganti yang mengakhiri kata
benda untuk menyatakan kepemilikan,
Contoh: bukuku, mobilmu,
rumahnya.
5.
Memiliki konjungsi
a.
Konjungsi temporal (waktu)
Contoh: sebelum,
setelah, ketika dan sejenisnya.
b.
Konjungsi kausalitas (sebab
akibat)
Contoh: karena, maka, sehingga,
dengan demikian, jadi dan sejenisnya.
6.
Menggunakan kalimat langsung
dan tidak langsung
a.
Kalimat langsung
Kalimat yang langsung diucapkan
oleh tokoh yang ditandai dengan tanda petik.
Contoh: “Kapan kamu datang?”
tanya Toni kepada Adi.
b.
Kalimat tidak langsung
Kalimat yang disampaikan oleh
penulis.
Contoh: Toni
menanyakan kedatangan Adi.
7.
Menggunakan ragam bahasa baku
dan tidak baku
a.
Bahasa baku
Bahasa yang formal atau resmi.
Contoh: “Untuk apa kamu
datang?”
b.
Bahasa tidak baku
Bahasa yang tidak formal atau
tidak resmi.
Contoh: “Ngapain kamu dateng?”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar